PERAN PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL DALAM DUNIA POLITIK DI INDONESIA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM

Penulis

  • Abun Bunyamin Ruhiyat IAIC

Abstrak

Pesantren berperan secara umum sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan lembaga sosial kemasyarakatan, dalam perannya, pesantren mengambil fokus dua orientasi sebagai pengamatan terhadap pengaruh yang diberikan dalam dunia politik di Indonesia. Fungsi dan peran pesantren dalam orientasinya sebagai lembaga politik tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap dunia politik di Indonesia. Hal ini mengacu pada variable penelitian, dimana pengaruh yang diberikan bukanlah berasal dari lembaga pesantren itu sediri, melainkan dari perorangan yang menjadi salah satu elemen dari pesnatren tersebut.

Sedangkan fungsi dan peran pesnatren dalam sosialisasi dan solidaritas kelompok sebagai lembaga social kemasyaraktan bertumpu pada orientasinya sebagai lembaga agama memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam dunia politik di Indonesia. Hal ini berkenaan dengan beberapa historis dunia politik di Indonesia yang menjadi bukti bahwa jika hanya didasarkan hanya sebagai media sosialisasi, pesantren mampu memberikan pengaruh yang cukup besar bagi dunia politik di Indonesia. Islam memandang bahwa keikutsertaan elemen-elemen dalam pesantren dalam dunia politik diperbolehkan, asalkan dengan beberapa ketentuan yaitu selama orientasi pesantren sebagai lembaga pendidikan sudah berjalan baik dan tidak mencampur adukan urusan politik dengan urusan pendidikan, serta harus benar-benar yakin bahwa politik yang dijalani sudah sesuai dengan syariat Islam, juga jika memungkinkan akan lebih baik jika membawa politik Islam dalam kehidupan bernegara. Dalam hal ini juga dimunculkan kaidah ushul fiqh yang berbunyi Dar-u-l-mafaasid muqaddam ‘ala jalbi-l-mashaalih, dimana jika terjun kedalam dunia politik sekiranya bisa menyebabkan kehancuran bagi pesantren tersebut, lebih baik menghindarinya daripada harus merusak orientasi utama dari sebuah pesantren.

 

Kata Kunci : Peran Pesanren, Politik Nasional, Perspektif Islam

Referensi

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). KBBI V 0.2.1 Beta Edisi V, Jakarta: Kemendikbud.

Damopolii, M. (2011). Pesantren Modern IMMIM Pencetak Muslim Modern, Jakarta: Rajawali Press.

Ernas, S. dan Siregar, F. M. (2010). “Dampak Keterlibatan Pesantren Dalam Politik: Studi Kasus Pesantren Di Yogyakarta, Jurnal Kontekstualita.

Faridl, M. (2003). “Peran Sosial Politik Kiai Di Indonesia”, Jurnal Mimbar.

Huyogo. (2018). Kampanye Pertama, Ridwan kamil Umbar Janji di Pesantren, https://m.cnnindonesia.com/pilkadaserentak/nasional/20180215103631/kampanye-pertama-ridwan-kamil-umbar-janji-di-pesantren

Kencana, S. I. (2012). Sistem Politik Indonesia, Bandung: PT. Refika Aditama.

Kompri, (2018). Manajemen dan Kepemimpinan Pondok Pesantren, Jakarta: Pranadamedia Grup.

Nafi’, M. D. et. Al. (2007). Praksis Pemebelajaran Pesantren, Yogyakarta: Yayasan Selasih.

Qomar, M. (2005). Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi, Jakarta: Erlangga.

Syafei’, I. (2017) “Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pemebentukan karakter”, Jurnal Al-Tadzkiyyah.

Tahqiq, N. (2004). Politik Islam, Jakarta: Prenada Media.

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial Di Masyarakat, Bandung: PT. Setia Purna Inves.

Wiwoho, B. (2018). Belum Ada Perpres, Full Day School Bakal tetap diterapkan, https://m.cnnindonesia.com/nasional/20170620221858-20-223147/belum-ada-perpres-full-day-school-bakal-tetap-diterapkan

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-03-21