MENINGKATKAN KESADARAN SISWA TERHADAP SHALAT BERJAMAAH DI DTA HIDAYATUL MUSTHOFA KP. HEGARMANAH DESA KARYAMUKTI KABUPATEN GARUT

Penulis

  • wahyu Wahyudin PAI Fakultas Tarbiyah IAIC Tasikmalaya

Abstrak

Shalat merupakan tiang agama yang harus senantiasa didirikan oleh setiap muslim, shalat juga merupakan media penghubung antara hamba dengan tuhannya yang menjadi pembuka doa dan sebab terkabulnya harapan, apalagi dilaksanakan secara berjamaah. Selain media penghubung antara hamba dengan tuhannya,  shalat juga merupakan ajang besilaturahmi dengan sesama muslim untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah sehingga terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun serta damai. Namun bagaimana jika shalat berjamaah yang begitu penting tersebut di tinggalkan atau tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh para hambanya, terutama oleh para siswa madrasah yang merupakan generasi penerus. Keadaan Siswa di DTA hidayatul musthofa  berdasarkan hasil pra penelitian memperlihatkan bahwa kesadaran siswa untuk melaksanakan shalat masih rendah. Hal ini telihat dari reaksi mereka ketika terdengar suara adzan dikumandangkan. Sedikit sekali di temui siswa yang mensegerakan untuk siap-siap melaksanakan shalat berjamaah. Ada diantara mereka yang tetap meneruskan berbincang-bincang di pinggir jalan, bahkan ada sebagian dari mereka tidak melaksakan shalat. Shalat berjamaah merupakan awal kunci kesadaran siswa untuk agar senantiasa berhubungan baik dengan masyarakat maupun dengan tuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap sholat berjamaah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yakni penelitian yang mengkaji data-data kualitas (konsep, pemikiran dan tindakan) dan mendeskripsikannya apa adanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kurangnya kesadaran siswa dalam melaksakan shalat berjamaah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan ibadah shalat berjamaah diantara siswa adalah faktor internal yang mencakup kesadaran atau niat melaksanakan sholat dan banyaknya  kegiatan yang menjadikan mereka sibuk dalam aktifitasnnya. Faktor lainnya adalah faktor eksternal yaitu faktor lingkungan dalam keluarga dan faktor pendidikan.

 

Kata Kunci: Kesadaran, Siswa, shalat berjamaah

Referensi

Al-Fauzan, Saleh. Fikih Sehari-hari. Depok: Gema

Insani, 2006.

Burgin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta:

Gramedia

Hasibuan Efendi Imran, Shalat dalam Persepektif Fikih

dan Tasawuf,(Riau: Gema Syukran Press, 2003), Cet I

http://humamsyaharuddin. blogspot. com/2012/03/teori

teori-tentang-siswa. html. (05 April 2018; 11:21)

Kartono, Kartini. Peran Keluarga Memandu Anak.

Jakarta: Rajawali Press, 1992

Sarwono Wirawan Sarlito, Psikologi Remaja, (Jakarta:

Grafindo Persada, 2004),

Singgih, Gunarsa, 1988, Psikologi Siswa, BPK Gunung

Mulya, Jakarta

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-02-11