PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL DI DESA NAJATEN KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT

Penulis

  • nasir zaenal harja PAI Fak. Tarbiyah Institut Agama Islam Cipasung

Abstrak

Pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat dan budaya. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sehingga pendidikan mempunyai misi seluruh aspek dengan dinamika hidup manusia serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Hal ini menunjukan bahwa masalah pendidikan adalah dinamis, dengan kata lain pendidikan mempunyai nilai-nilai eksistensi selalu mengikuti perubahan zaman. Akan tetapi tidak di Desa Najaten Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, minimnya pengetahuan tentang pendidikan berakibat kepada kurangnya minat masyarakat. Terhadap pendidikan terutama pendidikan formal, maka dari itu timbulah persepsi masyarakat yang menganggap pendidikan itu tidak terlalu penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana realitas pendidikan di Desa Najaten, 2) Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya pendidikan formal di Desa Najaten, 3) Seberapa besar peran pemerintah dalam menyikapi rendahnya pendidikan di Desa Najaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang merupakan jenis data kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisa, dan mengungkapkan peristiwa yang terjadi di lapangan. Data ini dihasilkan berdasarkan pengumpulan data primer dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kurangnya minat terhadap pendidikan formal pada masyarakat dikarenakan oleh himpitan ekonomi, serta faktor lingkungan yang dimana banyaknya pernikahan di usia dini yang mengharuskan masyarakat untuk bekerja sehingga lupa akan kewajibannya untuk terus belajar. Untuk peran pemerintah, peneliti merasa bahwa pemerintah kurang dalam penanggulangan masalah pendidikan, pemerintah desa khususnya tidak menyikapi permasalahan di Desa Najaten Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut dengan sungguh-sungguh.

 

Kata kunci: Persepsi, Masyarakat, Pendidikan formal.

Referensi

Febriani, D., Mujiasih, E., & Prihatsanti, U. (2011).Hubungan antara persepsi terhadap word of mouth (WOM) dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa fakultas psikologi universitas diponegoro.Jurnal Psikologi Undip, 10, 177.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kualitatif, Kunatitatif, dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Kotler, P. (2000). Marketing manajement: Analysis, planning, implementationand control. 9th ed. New Jersey: Prentice Hall International

Menurut Permendikbud No. 144 Tahun 2014. Tentang

Rahmat, J. (2003). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Robbins, S. P. (2007). Perilaku organisasi. (Hadyana Pujaatmaka, Penerjemah).Jakarta: Prenhallindo

Rosyadi, I. (2001). Keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui capabilities-based competition: Memikirkan kembali tentang persaingan berbasis kemampuan. Jurnal BENEFIT, vol. 5, No. 1.

Sunaryo.(2004). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC

Thoha, M. (1999).Perilaku organisasi, konsep dasar dan aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Wardani, I. K. & Hariastuti, R. T. (2009).Mengurangi persepsi negatif siswa tentang konselor sekolah dengan strategi pengubahan pola pikir (cognitive restructuring).Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, vol. 10, no.2

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-02-11