PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN FORMAL DI DESA NAJATEN KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT

Penulis

  • euis dewi wijayanti IAIC DKM

Abstrak

Pendidikan tidak bisa lahir tanpa adanya kemunculan sebuah komunitas atau masyarakat.Pendidikan dilakukan bertujuan bagi kemajuan, perubahan, dan stabilitas sosial dari masyarakat. Pendidikan dilakukan tidak lain untuk kepentingan sebuah masyarakat, baik di tingkat lokal, keluarga, daerah, provinsi, dan bangsa secara keseluruhan. Pendidikan menengahi masyarakat atau hubungan pendidikan dengan masyarakat. Harus disadari bahwa masyarakat memiliki peranan yang sangat penting terhadap keberadaan, kelangsungan, bahkan kemajuan pendidikan. Setidaknya salah satu parameter penentu nasib pendidikan adalah masyarakat. Bila ada pendidikan yang maju, hampir bisa dipastikan salah satu faktor keberhasilan tersebut adalah keterlibatan dan partisipasi masyarakat yang maksimal. Begitu pula sebaliknya, bila ada pendidikan yang bernasib memprihatinkan, salah satu penyebabnya bisa jadi karena masyarakat enggan mendukung. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif, karena dalam penelitian ini penulis bermaksud memaparkan situasi ataupun peristiwa dan gejala kejadian yang ada atau gejala yang terjadi pada saat peneliti melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Formal. Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan, aktivitas, dan tempat dimana informan berada yang diperoleh dari apa yang dilihat, didengar, diamati, dirasa, dan dipikirkan peneliti. Sementara data sekundernya diperoleh dari dokumen yang telah tersedia, yaitu profil desa dan pendidikan yang ada di desa Najaten, yang kemudian dianalisis guna menemukan aspek penting yang berkaitan dengan masalah penelitian. Keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sampai ke Perguruan Tinggi, menunjukan bagaimana kesadaran masyarakat akan mutu pendidikan sangatlah baik, dan sadar akan pentingnya mutu pendidikan bagi kemajuan perkembangan mereka. Mutu pendidikan sudah baik tetapi belum maksimal karena beberapa hal seperti kurangnya tenaga pengajar, sulitnya akses, dan terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Desa Najaten dimana pendidikan formal di Desa Najaten hanya terdapat 1 SD yaitu SDN Najaten 2, 1 SMP yaitu SMPN 1 Atap Cibalong dan 1 MTs.  yaitu MTs. An-Nur.

 

Kata Kunci: Peran Msyarakat, Mutu Pendidikan Formal.

Biografi Penulis

euis dewi wijayanti, IAIC DKM

Asisten Ahli

Referensi

Ach. Wazir Ws., e. a. (1999). Panduan Penguatan Menejemen Lembaga Swadaya Masyarakat. Jakarta: Sekretariat Bina Desa dengan dukungan AusAID melalui Indonesia HIV/AIDS and STD Prevention and Care Project.

Conyers, D. (1991). Perencanaan Sosial di Dunia ketiga. Yogyakarta: UGM Press.

Isbandi, R. A. (2007). Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Mikkelsen, B. (1999). Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan: sebuah buku pegangan bagi para praktisi lapangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Nazir, M. (1988). Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Sumampouw, M. (2004). “Perencanaan Darat-Laut yang Terintegrasi dengan Menggunakan Informasi Spasial yang Partisipatif.” Jacub Rais, et al. Menata Ruang Laut Terpadu. . Jakarta: Pradnya Paramita.

http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-solusi/ (2016) diakses tanggal 15 Maret 2018 pada pukul 08.00.

https://carapedia.com/pengertian_definisi_dampak_info2123.html diakses tanggal 15 Maret 2018 pada pukul 10.00.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-02-11