MOTIVASI ORANG TUA MEMILIH PONDOK PESANTREN SEBAGAI SARANA PEMBINAAN MORAL ANAK DI DESA NAJATEN ( Studi Kasus Wali Santri di Pondok Pesantren Safinatul Faidzin Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut)

Penulis

  • ahmad baehaki IAIC

Abstrak

Tema penelitian ini diambil karena melihat fenomena yang terjadi pada orang tua tentang kekhawatiran  terhadap moral anaknya. Motivasi orang tua menjadi salah satu kekuatan yang besar bagi masa depan anak. Pembinaan  moral juga penting melihat maraknya kasus kriminal yang terjadi sering-sering ini, maka orang tua memilih pondok pesantren sebagai sarana pembinaan moral bagi anaknya. Jenis penelitian yang digunakan dalam  penelitian ini adalah penelitian lapangan (FieldResearch). Temuan ini menunjukkan bahwa (1) motivasi orang tua lebih memilih pondok pesantren Safinatul Faidzin  sebagai sarana pembinaan moral bagi anak meliputi dua jenis motivasi yaitu motivasi intrinsik antara lain: adanya keinginan orang tua agar anaknya mempunyai pegangan  hidup yang baik, agar menjadi anak yang berperilaku baik, agar menjadi anak yang sopan dan tidak aneh-aneh, dan  menjadi anak yang takdhim kepada Kyai. Sedangkan yang termasuk faktor ekstrinsik orang tua lebih memilih pondok pesantren Safinatul Faidzin sebagai sarana pembinaan moral bagi anak antara lain: Karismatik dari figur Kyai, pengaruh dari lingkungan sekitar wali santri, pola pendidikan dan pembinaan moral yang cukup bagus, serta pondok pesantren yang berjarak lumayan terjangkau.(2) pondok pesantren Safinatul Faidzin dalam  membina moral santri menggunakan metode atau  model keteladanan atau pemberian  contoh  yang baik dalam kehidupan sehari-hari disamping para santri mengikuti kegiatan mengaji secara rutin. (3) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat Pondok Pesantren Safinatul Faidzin  dalam  membina moral santri yaitu faktor pendukungnya adalah selain dari diri santri itu sendiri yang sadar akan tujuannya dari rumah, juga kepedulian sesama santri yang saling mengingatkan satu  sama  lain. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya manusia atau jumlah dari pengurus yang sedikit.

Referensi

Ahmad, Abu. 1992.Sosiologi Pendidikan. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

Alquran Terjemah. TT. Yayasan Bina Muwahidin. Bekasi.Sukses

Publishing.

Arikunto, Suharsimi. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Bashori, Khoiruddin. 2003. Problem Psikologi Kaum Santri Resiko Insekuritas Kelekatan. Yogyakarta: FKBA S

Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta: BalaiPustaka.

Dhofier, Zamakhsyari. 1985.Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Dian Nafi dkk. 2007.Praksis Pembelajaran Pesantren. Yogyakarta: PT. LKIS Pelagi Aksara. anggrahan. http://kbbi.web.id/moral, diunduh tanggal 22 november 2017, pukul 21.00 WIB.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-02-11