Aplikasi Gadai Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah(Penelitian di PT Pegadaian Syariah (Persero) Cabang Padayungan Kota Tasikmalaya)

Penulis

  • irman affandie ekonomi syariah

Abstrak

Abstrak

Tujuan penelitian  ini adalah a) Bagaimana aplikasi gadai di PT Pegadaian Syariah (Persero) Cabang Padayungan sudah mengacu pada hukum ekonomi syariah ? b) Bagaimana Payung Hukum PT Pegadaian Syariah (Persero) Cabang Padayungan dalam menjalankan operasionalnya ? c) Bagaimana PT Pegadian Syariah (Persero) Cabang Padayungan mendapatkan sumber pendanaan dalam menjalankan operasionalnya ?Berdasarkan hasil penelitian bahwa aplikasi gadai dalam perspektif hukum ekonomi syariah di Pegadaian Syariah Cabang Padayungan Kota Tasikmalaya. Pada dasarnya produk-produk berbasis syariah memiliki karakteristik seperti tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba, menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan, dan melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan bagi hasil. Landasan Hukum Pegadaian Syariah Cabang Padayungan berpegang pada Fatwa DSN-MUI No. 25 /DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 yang menyatakan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang dalam bentuk rahndiperbolehkan. Sedangkan dalam aspek kelembagaan tetap menginduk kepada Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1990 tanggal 10 April 1990. Sumber pendanaan Pegadaian Syariah Cabang Padayungan 1) Modal Sendiri, 2) Pernyataan modal pemerintah, 3) Pinjaman jangka pendek dari perbankan,4) Pinjaman jangka panjang yang berasal dari Kredit Lunak Bank Indonesia,dan 5) Dari masyarakat penerbitan obligasi.

 

Kata Kunci: aplikasi, gadai, hukum, ekonomi syariah.

Referensi

Daftar Pustaka

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah Dari Teori dan ke Praktek, (Jakarta: Gema Insani, 2009), cet. ke-1, h. 128.

Depag RI, Al-Quran dan Terjemah, (Jakarta: Al-Huda 2012), cet. ke-5, h. 50.

Rachmat Syafe’i, Fiqih Muamalah, (Bandung: Pustaka Setia, 2001), cet. ke-5, h. 160.

Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: PT Prenada media 2014), cet. ke-4, h. 387.

Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Pustaka Agung Harapan), h. 41.

Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), cet. ke-7, h. 105.

Kifayat al-Akhyar, h. 261.

Sayyid Sabiq dalam, Fiqh al-Sunnah, h. 187.

Hasbi Ash-Shiddieqy, Pengantar Fiqh Muamalah, (Jakarta: Bulan Bintang, 2009), cet. ke-3, h. 86-87.

Pipin Syaripin, Pengantar Ilmu Hukum, (Bandung: Pustaka setia, 2011), cet. ke-4. h. 12.

Mohammad Najih, Pengantar Ilmu Hukum Indonesia, (Malang: Setara Press, 2014), cet. ke-1, h. 6.

Abdulkarim Zaydan, Syari-at Islamiyah , (Jakarta: Usamah Press, 2008), cet. ke-3, h. 38-39.

Daud Rasyid, Syari-at Islamiyah , (Jakarta: Usamah Press, 2008), cet. ke-3, h. 20-24.

Advendi Simanunsong, Hukum Ekonomi, (Jakarta: Gramedia, 2007), cet. ke- 4, h. 1.

Elsi Kartika Sari, Hukum Dalam Ekonomi, (Jakarta: Grasindo, 2008), Cet-5, h. 4.

Advendi Simanunsong, Hukum Dalam Ekonomi, (Jakarta: Grasindo, 2008), cet. ke-5, h. 6.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-12-01