POTENSI PEMBERDAYAAN KARET SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA MEKARMUKTI

Penulis

  • syarif hidayat ekonomi syariah

Abstrak

Abstrak

Karet merupakan komoditi ekspor sehingga potensi pemasarannya sangat luas sehingga peluang pohon karet sebagai sumber pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan karet di Desa Mekarmukti akan sangat membantu kondisi ekonomi masyarakat.   Karet sendiri memiliki berbagai kegunaan yaitu: pohon karet sebagai penghasil kayu, pohon karet sebagai penambat karbon, pohon karet sebagai tanaman konservasi, selain itu getah karet juga memiliki kegunaan sebagai salah satu bahan mentah untuk berbagai sektor industri. Oleh karena itu, pemberdayaan karet akan sangat membantu masyarakat karena potensi ekonomi yang bisa diperoleh sangat tinggi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif, karena dalam penelitian ini penulis bermaksud memaparkan situasi ataupun peristiwa dan gejala kejadian yang ada atau gejala yang terjadi pada saat peneliti melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pemberdayaan Karet bisa digunakan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat desa Mekarmukti. Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan, aktivitas, dan tempat di mana informan berada yang diperoleh dari apa yang dilihat, didengar, diamati, dirasa, dan dipikirkan peneliti. Sementara data sekundernya diperoleh dari dokumen yang telah tersedia, yaitu profil desa, yang kemudian dianalisis guna menemukan aspek penting yang berkaitan dengan masalah penelitian yang peneliti yang angkat. Pohon karet memiliki potensi keuntungan yang tinggi dan dalam  mengelola perkebunan karetnya mempercayakan kepada orang lain sehingga pendapatan yang didapat dari pohon karet tersebut dibagi dua 50% : 50% antara pemilik dan Petani yang dipercaya. Melihat hal itu tentu keberadaan perkebunan pribadi ini mampu menyerap tenaga kerja dan mampu menjadi sumber pendapatan bagi masayarakat. Dampak bagi masyarakat sangat besar karena selain memberikan keuntungan bagi pemilik kebun juga memberikan keuntungan kepada pengelola karena hasil yang didapatkan dibagi dua 50% : 50% antara pemilik kebun dan pengelola kebun. Hal ini menunjukan bahwa perkebunan karet ini walaupun bersifat pribadi mampu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat sekitar dan menajadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

 

Kata kunci: Pemberdayaan Karet, Pendapatan Masyarakat

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Dillon, H. (2004). Pertanian Mandiri. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kantor Pemerintahan Desa Mekarmukti. 2018. Profil Desa. Pemerintah Desa Mekarmukti

Nazir, M. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rasyid, H. A. (2000). Dasar-Dasar Statistika Terapan. Bandung: Program Pascasarjana UNPAD.

Sobri. (1987). Pengantar Ekonomi Makro Edisi Revisi Cet. Kedua. Yogyakarta: BPFE.UI.

Sukirno, S. (2006). Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Puslitbangbun. 2016. Teknik dan Waktu Penyadapan Karet. Diakses dari http://perkebunan. litbang.pertanian.go.id/?p=10312 diakses tanggal 10 Maret 2018 Pada Pukul 09.30.

Simanis. 2017. Pengertian Penjualan Menurut Ahli. Diakses dari http://www.pelajaran.co.id/2017/20/pengertian-penjualan-menurut-para-ahli-tujuan-dan-jenis-penjualan.html diakses tanggal 10 Maret 2018 Pada Pukul 09.00.

Jogjacamp. Pengertian dan Definisi Dampak. Diakses darihttps://carapedia.com/pengertian_definisi_dampak_info2123.html diakses pada tanggal 10 Maret 2018 pada pukul 09.00.

Khairil Anwar. 2011. Pendapatan Masayarakat. Diakses http://khairilanwarsemsi.blogspot.com/2011/12/pendapatan-masyarakat.html?m=1 dikases pada tanggal 10 Maret 2018 pukul 14.00.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-12-01