PERAN DOSEN SEBAGAI PENGINTEGRASI PENGEMBANGAN SAINS DAN MORAL

Penulis

  • Deden Hamdani IAIC Ekonomi Syariah

Abstrak

Abstrak

 

Problem pendidikan menghadapi tantangan tahun 2020 antara lain masalah: ledakan penduduk dan tuntutan percepatan bioteknologi, demokratisasi pendidikan dan dampaknya, percepatan perubahan teknologi kerja, mengakarkan budaya dalam konteks global. Untuk mengantisipasi masalah tersebut diperlukan suatu strategi pendidikan yang mampu mengintegrasikan pengembangan sains dan moral di tingkat perguruan tinggi.

 Dosen merupakan ujung tombak dari pelaksana strategi tersebut, oleh karena itu pengembangan sains dan moral merupakan tanggung jawab bersama terutama perguruan tinggi dan dosen. Tanggung jawab perguruan tinggi antara lain meliputi tanggung jawab kepada:  mahasiswa dan orang tua mereka, para pengguna lulusan dan industri dalam bentuk akuntabilitas kualitas, masyarakat profesi, masyarakat luas dalam bentuk akuntabilitas sosial dan politik, dan pemberi dana tentang penggunaan sumberdaya secara efisien.

Dalam melaksanakan tugas-tugasnya dosen tidak dapat lepas dari falsafah, moral, dan etika yang berlaku pada masyarakat umumnya. Karena itu dosen semestinya senantiasa mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat, dan senantiasa selalu mengaktualkan ilmunya, mengintegrasikan ilmu tersebut dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat.

Referensi

Referensi

Dirjen Dikti Depdikbud. (1999). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999.

Driyarkara. (1980). Tentang Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Heinz Kock. (1981). Saya Guru Yang Baik!?. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Langeveld (terj). (1971). Paedagogiek Teoritis/Sistematis. Jakarta: FIP IKIP Jakarta.

Martin Muslic. (1999). Perfect Strategy & Decision Making in the Future Company.Yogyakarta: Computec.

Mendikbud. (1999). Konsep Keputusan tentang Pedoman Penyususan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

MenNeg Waspan. (1999). Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38/Kep/MK. WASPAN/8/1999.

Muhadjir, H. Noeng. (1995). Problem Pendidikan Menghadapi Tantangan Tahun 2020. PPKUGM: Hipiis.

Purnomo Bambang. (1990). Pengalaman Menulis Karya Ilmiah yang Efektif. Yogyakarta: PPM IKIP Yogyakarta.

Soelaeman, M.I. (1985). Menjadi Guru. Bandung: CV Diponegoro.

Soepangkat, Hariadi P. (1997). Strategi Menuju Otonomi dan Akuntabilitas Perguruan Tinggi. Kopertis Wilayah V.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-01-17