OTENTISITAS WAHYU TUHAN DALAM HERMENEUTIKA HASSAN HANAFI

Penulis

  • Waidin Waidin Fakultas Dakwah IAIC Tasikmalaya

Abstrak

konsepsi Hassan Hanafi atas otentisitas wahyu Tuhan sebagai wujud implikasi dari kajian hermeneutikanya, akan diteliti dan dikaji dengan menggunakan model penelitian pustaka (library) dan mengambil bentuk metode penelitian yang bersifat deskriptif-analitis. Dari persoalan yang ada, ditemukan hasil bahwa hermenutika bagi Hassan Hanafi bukan hanya ilmu interpretasi/teori pemahaman an sich, akan tetapi –lebih lanjut, merupakan ilmu yang berupaya menjelaskan penerimaan wahyu Tuhan sejak dari tingkat perkataan sampai ke tingkat dunia. Lebih lanjut, hermeneutika menurut Hanafi merupakan wujud deskripsi proses hermeneutik sebagai ilmu pengetahuan yang rasional, formal, obyektif dan universal. Hermeneutika Hanafi tidak membatasi perbincangan mengenai model dan varian pemahaman tertentu atas teks semata, namun, hermeneutikanya juga berkaitan dengan upaya penyelidikan sejarah teks untuk menjamin otentisitasnya sampai penerapan hasil penafsiran dalam kehidupan manusia. Hal ini dilakukannya, karena Hanafi menginginkan sekaligus menawarkan adanya konsepsi penafsiran yang bersifat objektif, tepat (rigirous), dan universal untuk memahami beberapa teks suci keagamaan. Konsepsi tersebut –berikutnya- mengkonsekuensikan akan adanya kritik historis, kritik eidetik dan kritik praksis. Dengan ketiga langkah kritik tersebut, analisis hermeneutika bisa menjadi langkah analisis yang aksiomatik.

 

          Kata kunci: Hasan Hanafi, Hermenuneutika, Wahyu Tuhan

Referensi

Farid Wajdi. 2002. Fenomena al-Qur’an: Pemahaman Baru Kitab Suci Agama-Agama Ibrahim, terj Farid Wajdi, Bandung: Penerbit Marja.

Hassan Hanafi. 1994. “Hermeneutika sebagai Aksiomatika; Sebuah Kasus Islam”, dalam Dialog Agama dan Revolusi, Jakarta: Pustaka Firdaus.

Harold A. Titus et.al.,Persoalan-Persoalan Filsafat, terj. Rasyidi, (akarta:Bulan Bintang, 1998.

“Gagasan tentang Wahyu: Dari Ahl al-Kitab sampai Masyarakat Kitab”, dalam H. Chambrt-Loir dan Nico J.g. Kaptein, Studi Islam di Perancis: Gambaran Pertama, terj. Rahayu S.Hidayat, dkk. Jakarta:INIS, 1993

Hassan Hanafi, “Hermeneutics As Axiomatics: An Islamic Case”, dalam Religious Dialogue & Revolution,

Hassan Hanafi, Dialog Agama dan Revolusi, terj. Tim Penerjemah Pustaka Firdaus, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994,

Usaha mempositivistikan langkah dan metode penafsirannya ini adalah sebagaimana halnya kajian fenomenologi yang dirintis Edmund Husserl dimana pendekatan ini merupakan disiplin keilmuan yang menginginkan ditemukannya pemahaman yang essensial tentang suatu fenomena sebagaimana yang tampak pada kesadaran. Disiplin ini bersifat rigorus dan apodiktis

Walter Biemmel, “Phenomenology”, dalam Morteimer J. Adler at.al (ed) Encyclopedy Britanica, vol. 14. Chicago: University of Chicago, 1979 hlm. 103. Disiplin ini adalah sebuah disiplin keilmuan yang tidak menginginkan keragu-raguan dan diperlukan adnya kepastian di dalam menentukan sebuah pemahaman.

K. Bertens, Filsafat Barat Abad XX: Inggris Jerman. Jakarta: Gramedia, 1983

Hassan Hanafi, Islam in the Modern World: Religion, Ideology and Development, vol. I, Kairo: Anglo-Egyptian Bookshop, 1995

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-03-04